Karakteristik komunikasi massa menurut ahli membantu menjelaskan sifat khusus komunikasi yang berlangsung melalui media dan ditujukan kepada khalayak luas. Karakteristik tersebut dapat dilihat dari komunikator, pesan, khalayak, media, proses penyampaian, penggunaan indera, hingga umpan balik.
Jika pengertian komunikasi massa menurut para ahli menjelaskan konsep dasar mengenai apa yang dimaksud dengan komunikasi massa, artikel ini secara khusus membahas bagaimana para ahli menjelaskan karakteristik atau sifat komunikasi massa.
Pembahasan ini menjadi bagian dari subcluster Komunikasi Massa dalam Ruang Lingkup Ilmu Komunikasi.
Pengertian Karakteristik Komunikasi Massa
Karakteristik komunikasi massa adalah sejumlah sifat atau kondisi yang menjadi ciri khusus dalam proses penyampaian pesan melalui media kepada khalayak yang luas.
Karakteristik tersebut tidak hanya berkaitan dengan jumlah penerima pesan. Komunikasi massa juga mempunyai karakteristik khusus dalam hal organisasi komunikator, sifat pesan, hubungan antara komunikator dan khalayak, penggunaan media, keserempakan, stimulasi indera, serta mekanisme umpan balik.
Dengan memahami karakteristik ini, pembaca dapat membedakan komunikasi massa dari komunikasi interpersonal maupun komunikasi kelompok.
Karakteristik Komunikasi Massa Menurut Ardianto dan Erdinaya
Ardianto dan Erdinaya menjelaskan sejumlah karakteristik komunikasi massa yang dapat digunakan untuk memahami proses komunikasi melalui media. Berikut penjelasannya.
1. Komunikator Terlembagakan
Komunikasi massa melibatkan komunikator yang bekerja dalam suatu lembaga atau organisasi yang kompleks.
Komunikator dalam komunikasi massa bukan hanya individu yang menyampaikan pesan, tetapi dapat melibatkan banyak pihak yang bekerja dalam sistem media. Misalnya, proses produksi berita dapat melibatkan reporter, editor, redaktur, fotografer, kamerawan, produser, penyiar, dan bagian teknis.
Karena melibatkan organisasi, pesan yang sampai kepada khalayak biasanya telah melalui prosedur dan proses kerja tertentu.
Karakteristik ini menunjukkan bahwa produksi pesan komunikasi massa berbeda dari komunikasi pribadi yang dapat dilakukan oleh seseorang secara langsung tanpa melalui organisasi media.
2. Pesan Bersifat Umum
Pesan komunikasi massa pada dasarnya bersifat terbuka dan ditujukan kepada khalayak yang luas.
Pesan tidak dirancang hanya untuk satu individu tertentu. Berita, program televisi, siaran radio, artikel media, dan berbagai bentuk konten media diproduksi agar dapat dikonsumsi oleh kelompok penerima yang lebih luas.
Karena ditujukan kepada khalayak yang beragam, pesan komunikasi massa umumnya disusun menggunakan bahasa dan bentuk penyajian yang dapat dipahami oleh banyak orang.
3. Khalayak Bersifat Anonim dan Heterogen
Khalayak komunikasi massa memiliki karakteristik anonim dan heterogen.
Anonim berarti komunikator media pada umumnya tidak mengenal penerima pesan secara pribadi. Sementara itu, heterogen menunjukkan bahwa khalayak terdiri atas orang-orang dengan latar belakang yang berbeda.
Perbedaan tersebut dapat mencakup usia, pendidikan, pekerjaan, kondisi sosial ekonomi, budaya, wilayah tempat tinggal, maupun kepentingan.
Karakteristik ini membuat media menghadapi khalayak yang sangat beragam dan tidak berada dalam satu ruang komunikasi yang sama.
4. Media Massa Menimbulkan Keserempakan
Karakteristik berikutnya adalah kemampuan media massa menyampaikan pesan kepada banyak orang dalam waktu yang relatif bersamaan.
Keserempakan terlihat jelas pada siaran radio dan televisi, terutama ketika media menyiarkan suatu peristiwa secara langsung.
Perkembangan teknologi digital membuat konsep keserempakan menjadi lebih fleksibel. Sebagian pesan dapat diterima secara langsung, sedangkan sebagian lainnya dapat diakses oleh khalayak setelah dipublikasikan.
Dengan demikian, keserempakan dapat dipahami sebagai kemampuan media mendistribusikan pesan kepada khalayak dalam jangkauan luas dan waktu yang relatif berdekatan.
5. Isi Lebih Diutamakan daripada Hubungan
Dalam komunikasi massa, perhatian utama terletak pada isi pesan yang disampaikan kepada khalayak.
Hubungan personal antara komunikator dan penerima pesan tidak menjadi unsur utama seperti dalam komunikasi interpersonal.
Karena itu, pesan komunikasi massa perlu disusun berdasarkan sistem tertentu serta disesuaikan dengan karakteristik media yang digunakan.
Misalnya, pesan untuk surat kabar membutuhkan penyajian berbeda dari pesan untuk radio, televisi, atau media digital.
6. Komunikasi Cenderung Satu Arah
Komunikasi massa secara tradisional memiliki pola penyampaian pesan yang cenderung satu arah. Komunikator menyampaikan pesan melalui media, sementara khalayak menerima pesan tersebut.
Berbeda dengan komunikasi tatap muka, komunikator dan khalayak tidak selalu dapat melakukan dialog secara langsung pada saat pesan disampaikan.
Namun, perkembangan media digital telah memperluas kemungkinan interaksi. Khalayak kini dapat memberikan komentar, tanggapan, reaksi, dan bentuk umpan balik lainnya dengan lebih cepat.
Karena itu, istilah satu arah lebih tepat dipahami sebagai karakteristik utama model komunikasi massa tradisional, bukan sebagai aturan mutlak untuk seluruh media digital.
7. Stimulasi Alat Indera Terbatas
Media yang digunakan dalam komunikasi massa menentukan jenis indera yang digunakan khalayak ketika menerima pesan.
Pada surat kabar dan majalah, penerima pesan terutama menggunakan indera penglihatan. Pada radio, penerima mengandalkan pendengaran. Sementara televisi dan film menggabungkan unsur visual dan audio.
Karakteristik tersebut menunjukkan bahwa kemampuan media dalam merangsang indera manusia berbeda-beda sesuai dengan teknologi dan format yang digunakan.
8. Umpan Balik Cenderung Tertunda
Umpan balik atau feedback merupakan respons khalayak terhadap pesan yang diterimanya.
Dalam komunikasi massa tradisional, umpan balik cenderung tidak langsung. Komunikator tidak selalu dapat mengetahui respons khalayak secara seketika.
Respons dapat muncul melalui surat pembaca, telepon, survei, rating, komentar, atau bentuk interaksi lainnya.
Media digital kemudian mempercepat proses tersebut. Komentar, reaksi, dan interaksi pengguna dapat memberikan informasi mengenai respons khalayak dalam waktu yang jauh lebih singkat.
Ringkasan Karakteristik Komunikasi Massa
| No. | Karakteristik | Makna |
|---|---|---|
| 1 | Komunikator terlembagakan | Pesan diproduksi melalui organisasi atau lembaga media. |
| 2 | Pesan bersifat umum | Pesan ditujukan kepada khalayak yang luas. |
| 3 | Khalayak anonim dan heterogen | Penerima pesan beragam dan umumnya tidak dikenal secara pribadi. |
| 4 | Menimbulkan keserempakan | Pesan dapat diterima banyak orang dalam waktu yang relatif bersamaan. |
| 5 | Isi lebih utama daripada hubungan | Fokus komunikasi terletak pada pesan, bukan hubungan personal. |
| 6 | Cenderung satu arah | Komunikator dan khalayak tidak selalu dapat berdialog secara langsung. |
| 7 | Stimulasi indera terbatas | Jenis indera yang digunakan bergantung pada media. |
| 8 | Umpan balik cenderung tertunda | Respons khalayak secara tradisional tidak diterima secara langsung. |
Karakteristik Komunikasi Massa dan Perkembangan Media Digital
Perkembangan internet dan media digital menyebabkan beberapa karakteristik komunikasi massa mengalami perubahan.
Khalayak tidak lagi hanya berperan sebagai penerima pesan. Dalam lingkungan digital, pengguna dapat memberikan komentar, membagikan informasi, membuat konten, dan ikut menyebarkan pesan.
Umpan balik juga menjadi lebih cepat. Jika pada media tradisional respons khalayak dapat membutuhkan waktu, media digital memungkinkan komunikator melihat tanggapan khalayak dalam waktu relatif singkat.
Meski demikian, keberadaan teknologi digital tidak menghilangkan seluruh karakteristik komunikasi massa. Produksi pesan melalui sistem media, jangkauan khalayak yang luas, penggunaan teknologi, dan proses distribusi kepada banyak penerima tetap menjadi bagian penting dari komunikasi massa modern.
Perbedaan Karakteristik dan Ciri-Ciri Komunikasi Massa
Istilah ciri-ciri dan karakteristik komunikasi massa sering digunakan secara bergantian. Namun, dalam struktur artikel Pustaka Komunikasi, keduanya sengaja dipisahkan untuk memudahkan pembaca memahami sudut pembahasan.
Artikel Ciri-Ciri Komunikasi Massa berfokus pada karakteristik umum yang dapat digunakan untuk mengenali komunikasi massa.
Sementara artikel ini berfokus pada penjelasan karakteristik komunikasi massa berdasarkan perspektif ahli, khususnya delapan karakteristik yang dikemukakan oleh Ardianto dan Erdinaya.
Pemisahan tersebut membantu mencegah kedua artikel membidik intent pencarian yang sama secara berlebihan.
Hubungan Karakteristik dengan Pengertian Komunikasi Massa
Karakteristik komunikasi massa pada dasarnya merupakan penjelasan yang lebih mendalam terhadap konsep komunikasi massa.
Setelah memahami karakteristiknya, pembaca dapat kembali ke artikel Pengertian Komunikasi Massa Menurut Para Ahli untuk memahami berbagai definisi komunikasi massa dari perspektif para ahli.
Dengan demikian, kedua artikel memiliki fungsi yang berbeda: artikel pengertian menjawab pertanyaan mengenai definisi, sedangkan artikel ini membahas sifat dan karakteristiknya.
Hubungan Karakteristik dengan Elemen Komunikasi Massa
Karakteristik komunikasi massa juga berhubungan dengan unsur-unsur yang membentuk proses komunikasi. Komunikator yang terlembaga, pesan, media, khalayak, dan umpan balik merupakan bagian yang saling berkaitan.
Untuk mempelajari unsur-unsur tersebut secara lebih sistematis, baca 8 Elemen Komunikasi Massa yang Perlu Anda Ketahui.
Hubungan Karakteristik dengan Fungsi dan Efek Komunikasi Massa
Karakteristik media dan khalayak turut menentukan bagaimana pesan menjalankan fungsi komunikasi massa serta bagaimana pesan tersebut dapat menghasilkan efek.
Setelah memahami karakteristiknya, pembaca dapat melanjutkan ke pembahasan Fungsi Komunikasi Massa dan kemudian mempelajari Efek Komunikasi Massa Menurut Para Ahli.
Posisi Karakteristik Komunikasi Massa dalam Ruang Lingkup Ilmu Komunikasi
Komunikasi massa merupakan salah satu bagian dalam ruang lingkup ilmu komunikasi.
Namun, artikel ini tidak dimaksudkan untuk menjelaskan seluruh ruang lingkup ilmu komunikasi. Pembahasannya dibatasi pada karakteristik komunikasi massa sehingga berfungsi sebagai artikel pendukung yang memperdalam salah satu bagian dari kajian tersebut.
Untuk memahami peta besar bidang ilmu komunikasi, pembaca dapat mengunjungi artikel pillar Ruang Lingkup Ilmu Komunikasi.
Kesimpulan
Karakteristik komunikasi massa menurut ahli menunjukkan sifat khusus proses komunikasi yang menggunakan media untuk menyampaikan pesan kepada khalayak luas.
Menurut Ardianto dan Erdinaya, karakteristik tersebut meliputi komunikator yang terlembagakan, pesan bersifat umum, khalayak anonim dan heterogen, adanya keserempakan, isi lebih diutamakan daripada hubungan, komunikasi cenderung satu arah, stimulasi alat indera yang terbatas, serta umpan balik yang cenderung tertunda.
Perkembangan media digital kemudian mengubah beberapa pola tersebut, terutama dalam hal interaktivitas dan kecepatan umpan balik. Meskipun demikian, karakteristik dasar komunikasi massa tetap relevan untuk memahami hubungan antara media, pesan, dan khalayak.
Untuk mempelajari subcluster ini secara berurutan, mulai dari pengertian komunikasi massa, kemudian lanjutkan dengan ciri-ciri komunikasi massa, karakteristik, elemen, fungsi, dan efek komunikasi massa.
Artikel Terkait dalam Cluster Komunikasi Massa
- Ruang Lingkup Ilmu Komunikasi — artikel pillar yang membahas peta besar kajian ilmu komunikasi.
- Pengertian Komunikasi Massa Menurut Para Ahli — membahas definisi dan konsep dasar komunikasi massa.
- Ciri-Ciri Komunikasi Massa — membahas karakteristik umum yang digunakan untuk mengenali komunikasi massa.
- 8 Elemen Komunikasi Massa — membahas unsur-unsur dalam proses komunikasi massa.
- Fungsi Komunikasi Massa — membahas fungsi komunikasi massa dalam kehidupan masyarakat.
- Efek Komunikasi Massa Menurut Para Ahli — membahas dampak komunikasi massa terhadap khalayak.
FAQ Karakteristik Komunikasi Massa
Apa yang dimaksud dengan karakteristik komunikasi massa?
Karakteristik komunikasi massa adalah sifat khusus yang membedakan proses komunikasi melalui media kepada khalayak luas dari bentuk komunikasi lainnya.
Apa saja karakteristik komunikasi massa menurut Ardianto dan Erdinaya?
Karakteristik yang dijelaskan meliputi komunikator terlembagakan, pesan bersifat umum, khalayak anonim dan heterogen, keserempakan, isi lebih utama daripada hubungan, komunikasi cenderung satu arah, stimulasi indera terbatas, dan umpan balik yang cenderung tertunda.
Mengapa komunikator komunikasi massa disebut terlembagakan?
Karena produksi pesan biasanya melibatkan organisasi media dan sejumlah orang dengan tugas serta kewenangan yang berbeda.
Mengapa khalayak komunikasi massa disebut heterogen?
Karena khalayaknya terdiri atas orang-orang dengan latar belakang usia, pendidikan, pekerjaan, budaya, status sosial, dan karakteristik lainnya yang beragam.
Mengapa umpan balik komunikasi massa cenderung tertunda?
Pada media tradisional, komunikator dan khalayak tidak berinteraksi secara langsung sehingga respons biasanya membutuhkan saluran dan waktu tertentu. Media digital kemudian membuat umpan balik dapat berlangsung jauh lebih cepat.
Apakah karakteristik komunikasi massa berubah di era digital?
Beberapa karakteristik mengalami perubahan, terutama dalam hal interaktivitas, kecepatan umpan balik, dan keterlibatan khalayak. Namun, penggunaan media dan jangkauan pesan kepada khalayak luas tetap menjadi unsur penting komunikasi massa.